Pengertian Dan Fungsi Grounding Pada Instalasi Listrik


Fungsi Grounding Pada Instalasi Listrik – Pada jaman sekarang listrik sangat dubuthkan sebagai salah satu sumber daya manusia. Dalam penggunaan listrik pasti terlebih dahulu dibutuhkan melakukan instalasi listrik tersebut.



Instalasi listrik adalah memasang beberapa perlengkapan yang dapat menunjang penyaluran listrik dari sumber listrik (PLN, genset, panel surya, dll) ke peralatan yang membutuhkan listrik tersebut. perlengkapat yang dimaksudkan adalah seperti panel hubung bagi (PHB), alat ukur, pengaman jaringan, pertanahan (grounding), sakelar dll.

Baca juga: Pengertian Busbar Dan Fungsinya

Grounding merupakan salah satu perlengkapan yang dibutuhkan pada saat melakukan instalasi listrik tersebut. Sementara itu grounding atau dapat disebut dengan sistem pembumian adalah seperangkat alat yang dapat dgunakan untuk menyalurkan arus listri yang berlebih ke bumi. Hal tersebut dapat melindungi manusia dari sengatan listrik kejut seperti listrik halilintar.

Gorunding juga dapat digunakan sebagai proteksi terhadap komponen – komponen peralatan listrik lainnya dari bahaya tegangan ataupun arus asing. Pada sistem pembuniman ini bumi atau tana memiliki masa dan volume yang sangat besar. Hal tersebut dapat menetralkan adanya muatan listrik sekalipun itu petir yang membawa muatan lisrik sebesar 5000 sampai 200.000 A dan tegangannya 40.000 sampai 120.000 Volt.

Dalam melakukan pembumian ini memiliki implementasi yaitu dengan cara menanam sebuah elektroda yang merupakan penghantar listrik yang baik ke dalam tanah. Kemampuan grounding dapat dididasarkan dari beberapa hal seperti jenis dari penghantar listrik yang digunakan, jenis kabel penghantad dan seberapa lembab tanah yang ditancapi oleh elektroda tersebut.

Baca juga: Instalasi Listrik Rumah Tangga Sederhana

Terdapat beberpa komponen dari instalasi listrik yan wajib untuk dilakukan grounding sistem (dibumikan) dalam rangkan untuk mengamankan aliran listrik. Berikut adalah beberapa komponen – komponen tersebut yaitu:

  • Titik netral yang berasal dari generator atau transformator listrik. Adanya penghubungan dari titik netral ke generator tersebut dilakukan sebagai proteksi hal – hal yang dapat berkaitan dengan gangguna hubungan tanah
  • Kawat petri yang ada pada bagian atas dari saluran transmisi juga memiliki peran sebagai lightning arrester yang harus dibumikan juga. Semua bagiannya termasuk kaki dari tiang transmisi juga harus dibumikan mengingat terdapat kawat petir disepanjang saluran transmisi. Dengan adanya grounding dapat menyebabkan petir bergerak menyambar kawat petir yang seluruhnya akan disalurkan ke tanan melalui setiap kaki dari tiang saluran trnasmisi.
  • Beberapa komponen instalasi listrik yang sering tersentuk oleh manusia dan mudah sekali menghantarkan listrik yang terbuat dari logam juga harus dilakukan gounding
  • Bagian bawah dari komponen pembuangan listrik dari lightning arrester. Hal ini ditujukan agar lightning arrester dapat bekerja dengan maksimal dalam membuang dari muatan listrik yang berasal dari petir yang akan menuju bumi atau tanah.

Baca juga: Cara Memasang Booster TV Berbagai Merk

Simbol Grounding

Pada rangkaian listrik sering ditemui simbol – simbol pada masing – masing komponen penyusunnya, sama halnya dengan proses grounding listrik. Terdapat beberapa simbol yang dapat digunakan untuk grounding listrik seperti gambar dibawah ini:

Fungsi dari simbol ini yaitu digunakan pada saat melakukan proses perangkaian gambar teknik untuk instalasi, pada proses pembangunan gedung, trobuleshooting yang terjadi akibat kegagalan ataupun maintanance instalasi listrik

Baca juga: 3 Jenis Konfigurasi Transistor

Tujuan Grounding

Tujuan diakakannya sistem grounding pada instalasi listrik ini agar dapat memberikan perlindungan terhadapa pengguna peralatan listrik pada saat terjadi beberapa hal berikut:

  • Kebocoran arus listrik yang terlalu besar
  • Terjadinya induksi tegangan listrik
  • Isolasi yang kurang baik
  • Melindungi dari listrik statis
  • Melindungi dari tegangan tinggi khususnya petir
  • Sebagai acuan pengukuran tegangan

Cara Kerja Grounding

Listrik akan muengalir dari sumber listrik lalu pada box kWh meter, kabel andre atau yang disebut juga dengan kabel grounding secara bersamaan dengan kabel phase dan netral akan melewati seluruh jaringan listrik yang terdapat pada sebuah bangunan yang dihubunhkan pada setiap stop kontak yang ada. Pada setiap stop kontak grounding akan tersambung dengan berbagai peralatan listrik yang berasal dari colokannya

Semua colokan listrik (steker) atau dapat juga disebut dengan sambungan T harus terpasang dengan menggunakan fasilitas koneksi grounding, hal ini di khususkan juga untuk peralatan listrik yang memiliki kapasitas yang cukup besar seperti twlwvisi, rice ciker, dll.

Baca juga: Simbol MCB Dan Cara Membaca Kodenya

Kabel Grounding

Penggunaan kabel pada sistem grounding memang digunakan untuk mengamankan apabila terdapat kebocoran arus listrik baik kecil maupun besar sehingga kabel ini harus mampu mengalirkan arus yang besar karena jika tidak maka fungsi dari kabel ini tidak optimal dalam mengamankan perangkat listrik

Pada umumnya untuk instalasi yang digunakan untuk tumah akan dipasang pada kWh meter oleh petugas PLN jadi penanaman pipa tembaga dapat dipasang diidalam tanah. Namun ada juga yang menggunakan kontraktor untuk memasang instalasi listrik sehingga petugas dari PLN hanya menyambungkan kabel dengan terminal ground ke kWh meter.



Leave a Comment