Fungsi Osiloskop Dan Function Generator


Berikut ini adalah keterangan gambar dari panel kontrol osiloskop dual trace diatas:

  1. Vertical Input: Input terminal untuk saluran channel-A atau saluran A.
  2. AC-GND-DC: Merupakan penghubung input vertikal khusus untuk saluran A.
  3. MODE
  • CH-A merupakan tampilan berupa gelombang channel-A atau saluran A.
  • CH-B merupakan tampilan berupa gelombang channel-B atau saluran B.
  • Dual merupakan batas ukur atau range mulai dari 0,5 sec/DIV sampai dengan 1 msec (milli second)/DIV, kedua frekuensi yang berasal dari saluran CH-A dan CH-B akan saling berpotongan pada frekuensi 200k Hz. Sedangkan pada batas ukura atau range mulai dari 0,5 msec/DIV sampai dengan 0,2 µ sec/DIV saklar jangkauan ukur kedua saluran digunakan secara bergantian. DD: CH-A dan CH-B akan langsung dijumlahkan. Caranya adalah dengan menekan tombol Pull Invert sehingga didapat SUB MODE.
  1. Volts/Div variabel yang digunakan untuk saluran CH-A
  2. Volts/Div pelemah vertikal atau vertical attenuator yang digunakan untuk saluran CH-A.
  3. Mengatur pada posisi vertikal khusus untuk saluran atau channel CH-A.
  4. Mengatur dengan posisi horizonal.
  5. Sweep Time/DIV
  6. Sweep Time/DIV Variable
  7. EXT-TRIG untuk mentrigger sinyal masukan (input) yang berasal dari luar.
  8. Cal untuk kalibrasi tegangan pada 0,5 V p-p (peak to peak) atau tegangan dari puncak menuju puncak.
  9. TEST skalar untuk dapat mengubah fungsi dari osiloskop menjadi sebuah penguji komponen atau componen tester. Jika digunakan sebagai penguji komponen maka tekan tombol Sweep Time/DIV di “set” dengan posisi CH-B untuk mode X-Y. Sedangkan pada posisi GND maka tombol AC-GND-DC.
  10. Tringering Level.
  11. Lampu Indikator.
  12. Slope (+) dan (-) untuk menyesuaikan polaritas slope (berupa gelombang).
  13. Sync dalam mode pilihan posisi sklar pada AC, HF REJE atau TV.
  14. GND terminal ground/arde/tanah.
  15. Source untuk menyesuaikan dalam pemilihan sinyal atau synronize signal selectop. Apabila tombol Source dalam posisi:
  • INT: Sinyal yang berasal dari A (CH-A) dan channel B (CH-B) untuk kebutuhan pen-triggeran/penyulutan yang saling dijumlahkan,
  • CH-A: Sinyal khusus untuk pen-trigger-an yang hanya berasal dari CH-A,
  • CH-B: Sinyal untuk pen-trigger-an yang berasal dari CH-B,
  • AC: Gelombang AC memiliki bentuk yang disesuaikan dengan sumber sinyal AC itu sendiri,
  • EXT: sinyal yang masuk dalam EXT TRIG dibelokkan atau dibengkokkan berdasarkan dengan sumber sinyal.
  1. Power ON dan Off
  2. Focus memiliki kegunaan untuk memberikan tampilan bentuk gelombang yang optimal.
  3. Intensity digunakan untuk mengatur kecerahan pada tampilan bentuk gelombang supaya lebih mudah dilihat.
  4. Trace Rotator memiliki fungsi untuk selalu memposisikan tampilan garis pada layar supaya selalu berada dalam posisi horisontal. Dalam hal ini dibutuhkan obenguntuk memutar trace rotator.
  5. CH-B Position merupakan tombol pengatur untuk pemakaian CH-B atau saluran B.
  6. Volts/Div merupakan pelemah khusus untuk CH-B.
  7. Variabel
  8. Vertical Input khusus untuk CH-B.
  9. AC-GND-DC untuk CH-B memiliki fungsi yang sama dengan penjelasan pada nomor 2.
  10. Componet Test In terminal khusus untuk komponen yang ingin diuji.

Gelombang pada Osiloskop

Perlu diketahui bahwa ada beberapa jenis gelombang yang dapat ditampilan pada layar monitor osiloskop, yaitu:



  • Gelombang segitiga
  • Gelombang sinusoida
  • Gelombang blok
  • Gelombang gigi gergaji

Fungsi Osiloskop

Fungsi Osiloskop adalah untuk menampilkan sinyal listrik dalam bentuk grafik gelombang sinyal pada layar termasuk amplitudo (tegangan) dan frekuensinya.

Berbeda dengan alat ukur lainnya misalnya DMM (digital multimeter) hanya bisa melihat besaran tegangan saja, pada osiloskop bisa menampilkan bentuk sinyal yang menampilkan satuan waktu dalam bentuk horizontal (X-axis) dan satuan amplitudo/ tegangan dalam bentuk vertikal (Y-axis).

Dengan melihat bentuk sinyal yang diukur pada circuit/ rangkaian maka akan bisa lebih mudah untuk dipelajari dan dianalisa karakteristik sinyal yang bisa diukur apakah terdapat cacat (noise) pada arus listriknya atau tidak, yang pada alat ukur biasa tidak bisa dilihat.

Jadi, secara umum bisa diambil kesimpulan bahwa osiloskop memiliki fungsi utama untuk menganalisa tingkah laku besaran yang selalu berubah-ubah terhadap waktu.



Dengan menggunakan alat ukur ini maka bisa diketahui:

  • Jumlah frekuensi, periode dan tegangan dari sebuah sinyal elektronik.
  • Untuk mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya dengan waktu.
  • Untuk mengukur frekuensi sinyal yang berisolasi.
  • Untuk melihat jalannya suatu sinyal dalam sebuah rangkaian listrik.
  • Untuk dapat membedakan antara arus AC dengan arus DC
  • Untuk mengetahui frekuensi dan amplitudo sinyal
  • Untuk mengidentifikasi noise dan distorsi yang muncul pada rangkaian elektronika
  • Untuk menganalisa bentuk sinyal apakah gelombang sinus, square (blok persegi), gelombang gigi gergaji, atau gelombang segitiga
  • Untuk membandingkan fase sinyal antara 2 input yang berbeda
  • Dengan sedikit setting/ pengaturan pada probe dan kontrol bisa digunakan untuk menganalisa perbedaan sinyal input dan output.


Leave a Comment