Fungsi Osiloskop Dan Function Generator


Osiloskop Dan Function Generator – Function generator atau yang biasa disebut dengan generator fungsi merupakan sebuah alat ukur yang dapat memberikan beberapa macam pilihan bentuk gelombang dengan frekuensinya diatur sepanjang range yang lebar.



Sebagian besar dari Anda tentu masih belum tahu mengenai jenis alat ukur yang satu ini. Pada pembahasan kali ini kami akan menjelaskan mengenai function generator dan osiloskop secara lengkap mulai dari pengertian, fungsi, dan lain sebagainya. Lebih jelasnya silahkan langsung saja simak penjelasan di bawah ini.

Baca juga: Cara Menghitung Frekuensi

Function Generator

Pengertian Function Generator (Generator Fungsi)

Pengertian function generator secara umum adalah sebuah alat ukur elektronik yang dapat menghasilkan atau membangkitkan gelombang dalam bentuk sinus, segitiga, ramp, segi empat, dan bentuk gelombang pulsa. Alat ukur ini terdiri dari generator utama dan generator modulasi. Generator utama memiliki gelombang output sinus, kotak, atau gelombang segitiga dengan frekuensi sebesar 0,01 Hz sampai dengan 13 MHz.

Untuk generator modulasi biasanya akan menghasilkan gelomban sinus, kotak, segitiga dengan frekuensi sebesar 0,01 Hz sampai 10 kHz. Generator sinyal input bisa digunakan sebagai Amplitudo Modulation (AM) atau bisa juga Frequensi Modulation (FM). Selubung atau envelope AM bisa diatur dengan bebas mulai dari 0% hingga 100%. Sedangkan untuk FM bisa diatur frekuensinya sekitar 5%.

Pada umumnya, function generator dapat menghasilkan frekuensi yang mencapai 0,5 Gz sampai 20 MHz. Namun bisa juga lebih karena tergantung dari pabrik yang memproduksinya. Untuk menghasilkan frekuensi yang sesuai keinginan maka caranya adalah dengan memutar-mutar tombol batas frekuensi atau frequency range.



Amplitudo sinyal yang bisa diatur adalah sekitar 0,1V – 20 Vp-p (tegangan puncak menuju puncak) kondisi tanpa adanya beban, serta  0,1 V – 10Vp-p   (Volt peak/topeak atau tegangan puncak menuju puncak dengan beban yang mencapai . Output yang paling utama ditentukan oleh SYNC Output.

Function generator (generator fungsi) juga dapat diartikan sebagai suatu instrumen terandalkan yang akan memberikan beberapa bentuk gelombang yang dimana semua frekuensinya diatur sepanjang rangkuman atau range yang lebar. Adapun beberapa bentuknya yang paling umum digunakan adalah sinusoida, segitiga, persegi, dan gigi gergaji.

Frekuensi dari beberapa bentuk gelombang ini bisa diatur mulai dari satu hertz sampai beberapa ratus kilokertz (kHz) dan bahkan sampai megahertz (MHz). Generator fungsi juga merupakan sebuah software uji coba elektronik yang memiliki fungsi untuk menghasilkan gelombang listrik.

Gelombang tersebut dapat digunakan secara berulang atau satu kali dalam kasus ini seperti sumber pemicu yang dibutuhkan, baik internal maupun eksternal. Generator fungsi juga memiliki fungsi lain, yaitu sub-sistem yang menyediakan output setara dengan beberapa input fungsi matematika. Adapun contohnya adalah output yang memiliki bentuk sesuai dengan akar kuadrat dari input. Alat seperti ini biasa digunakan untuk mengendalikan umpan dan komputer analog.

Untuk generator fungsi analog dapat menghasilkan gelombang segitiga yang merupakan dasar dari semua outputnya. Segitiga ini bisa dihasilkan oleh kapasitor yang telah dimuat serta dilepas hinga berulang kali dari sumber arus konstan. Hal tersebut dapat menghasilkan ramp voltase menanjak dan menurun secara linier.

Jika voltase output sudah melampui batas atau dan batas bawah, maka untuk proses pemuatan serta pelapasan bisa dibalik dengan menggunakan komparator yang dapat menghasilkan gelombang segitiga liner. Karena memiliki ukuran kapasitor dan arus yang beragam maka bisa menghasilkan frekuensi yang berbeda.



Bagian-Bagian Function Generator

Berikut ini adalah beberapa bagian dari function generator yang perlu diketahui:

  1. Saklar daya (power switch): Sebagai tombol yang digunakan untuk menghidupkan function generator (generator fungsi).
  2. Terminal output TTL/CMOS: Terminal yang memiliki fungsi untuk dapat menghasilkan keluaran (output) kompatibeol dengan TTL/CMOS.
  3. Duty Function: Tombol yang digunakan sebagai pengatur duty cycle gelombang atau siklus kerja gelombang dengan cara menarik. Sedangkan untuk duty cycle atau siklus kerja merupakan perbandingan waktu antara kondisi ON dan OOF sebuah sinyal dalam setiap periode.
  4. Selektor TTL/CMOS: Jika tombol ini ditekan maka terminal output TTL/CMOS bisa menghasilkan gelombang yang kompatibel dengan TTL. Namun jika tombol ini ditarik, besarnya tegangan kompatibel output (yang bisa keluar dari terminal output TTL/CMOS) bisa diatur sekitar 5-15V pp, sesuai dengan jumlah tegangan yang kompatibel dengan CMOS.
  5. DC Offset: Berfungsi untuk memberikan offset atau tegangan DC pada sinyal +/‐ 10V. Untuk bisa mendapatkan level tegangan DC positif maka tarik kemudian putar searah jarum jam. Sedangkan jika ingin mendapatkan level tegangan DC negatif maka putar ke arah yang berlawanan. Apabila tombol ini tidak ditarik maka keluaran dari generator sinyal merupakan murni tegangan AC. Seperti misalnya jika tanpa offset, sinyal yang dihasilkan adalah sinyal yang memiliki amplitude sekitar +2,5V dan ‐2,5V. Dan jika tombol offset ditarik, tegangan yang dihasilkan bisa diatur (caranya adalah dengan memutar tombol tersebut) sehingga nantinya bisa menghasikan tegangan sesuai keinginan (seperti misalnya +5V dan 0V).
  6. Amplitudo Output: Dengan memutar tombol ini searah jarum jam bisa menghasilkan tegangan output yang maksimal, dan kebalikannya untuk output -20dB. Apabila tombol ini ditarik, output bisa diperlemah hingga 20dB.
  7. Selektor Fungsi: Biasa digunakan untuk mengatur dan memiliki bentuk gelombang sesuai keinginan. Caranya adalah dengan menekan salah satu dari tombol.
  8. Terminal Output Utama: Terminal yang memiliki fungsi untuk mengeluarkan sinyal output utama.
  9. Tampilan Pencacah (Counter Display): Untuk dapat menampilkan nilai frekuensi dengan format 6 x 0,3”.
  10. Selektor Range Frekuensi: Dapat digunakan untuk memilih range frekuensi yang sesuai dengan kebutuhan. Caranya adalah dengan menekan salah satu tombol yang relevan.
  11. Pelemah 20 dB: Sebagai tombol yang digunakan untuk mendapatkan tegangan output kemudian diperlemah sebesar 20 dB.

Fungsi Function Generator



Leave a Comment