Pengertian Desibel Suara Dan Cara Mengukurnya


Pengertian Desibel Suara Dan Cara Mengukurnya – Pengertian desibel suara secara umum adalah satuan yang biasa digunakan sebagai skala penguatan dalam sebuah rangkaian elektronika seperti pada peralatan audio dan komunikasi.



Besaran yang biasanya menggunakan skala penguatan desibel suara yaitu penguatan pada daya, tegangan, arus dan intensitas suara. Pada intinya, desibel merupakan satuan yang menunjukkan sebuah perbandingan atau rasio. Desibel biasa disingkat dengan “dB” yang memiliki arti sebagai perbandingkan diantara dua besaran pada skala logaritma.

Perlu diketahui bahwa penguatan sinyal suara dalam suatu rangkaian audio memiliki sifat tidak linear (non linear) sehingga tidak bisa menggunakan perkalian kelipatan secara langsung seperti output sinyal mempunyai  10 kali lipat atau 20 kali lipat penguatan input dari sinyal sehingga diharuskan untuk menggunakan satuan desibel yang berkala logaritma.

Baca juga: Pengertian Dan Jenis Noise Suara

Berikut ini kami akan memberikan contoh grafik yang dapat menggambarkan ketidaklinearan penguatan sinyal audio:

Desibel sebenarnya adalah turunan dari besaran bel, yang dimana 1 bel sebanding dengan 1/10 bel atau 0,1 bel. Pada prateknya, para engineer ataupun fisikawan lebih memilih untuk menggunakan satuan desi bel (desibel) jika dibandingkan dengan satuan bel. Hal tersebut karena bertujuan untuk menghindari angka di belakang koma yang terlalu banyak saat melakukan perhitungan.



Dalam menghitung desibel, penguatan atau gain sebuah sinyal umumnya ditandai dengan menggunakan tanda positif (+). Sementara itu, pelemahan atau loss ditandai dengan menggunakan tanda negatif (-).

Jadi apabila sinyal Output +6dB dari sinyal input maka hal tersebut menandakan bahwa telah terjadi penguatan output hingga 6dB dari sinyal ouput. Begitu pula sebaliknya, jika sinyal output -2dB dari sinyal input maka berarti telah terjadi pelemahan sinyal output hingga sebanyak 2dB terhadap sinyal input.

Desibel juga merupakan suatu unit logaritmis yang digunakan untuk mendiskripsikan sebuah rasio. Adapun rasio tersebut dapat berupa:

  1. Power atau daya
  2. Sound pressure atau tegangan suara
  3. Voltasi (voltage) atau tegangan
  4. Intencity (intensitas) atau beberapa hal yang lainnya

dB bahkan juga dapat dikombinasikan dengan Sone dan Phon yaitu satu yang berkaitan dengan kekerasan suara.

Rumus-rumus Desibel

Rumus Penguatan Daya

Penguatan Daya (dB) = 10 log10 (Pout / Pin)

Rumus Penguatan Tegangan

Penguatan Tegangan (dB) = 20 log10 (Vout / Vin)

Rumus Penguatan Arus

Penguatan Arus (dB) = 20 log10 (Iout /IVin)

Alat Pengukur Tekanan Suara Sound Meter

 



Alat pengukur tekanan suara atau pengukur level suara (sound meter) adalah sebuah alat yang biasa digunakan untuk mengukur SPL, yaitu intensitas suara dalam waktu tertentu. Alat ini menggunakan skala pembobotan frekuensi yang dapat menunjukkan perbedaan pada sensitivas manusia dalam frekuensi yang berbeda.

Salah satu contoh yang paling umum digunakan adalah berdasarkan skala. Skala A, merupakan skala desibel yang biasa disingkat dengan dBA atau dB [A] dan juga skala C yang merupakan skala desibel yang disingkat dBC atau dB [C]. Respon alat tersebut juga dapat diatur sendiri apakah ingin diperlambat ataupun dipercepat.

Sebuah pengujian yang dilakukan oleh OSHA yaitu ketika suara sudah melampui batas maksimal, sehingga cara untuk mengukurnya harus menggunakan pengukuran model skala A yang telah di set slow respon.

Dosimeter adalah sebuah alat yang hampir sama dengan alat pengukur suara. Tetapi alat yang satu ini dapat digunakan untuk melakukan pencatatan, penyimpanan, dan perhitungan hasil pengukuran suara dalam durasi waktu yang tertentu sehingga bisa dihitung rata-rata tingkatan suaranya.

Dosimeter sendiri biasanya digunakan untuk memantau kebisingan personal. Sedangkan untuk alat pengukur tingkat suara (sound meter level) biasa digunakan untuk memantai kebisingan pada suatu wilayah yang tertentu.



Dosimeter seringkali digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama dan juga untuk melacak suara seseorang. Maka dari itu, pada alat ini sudah dilengkapi dengan adanya mikrofon yang memiliki fungsi untuk pengambilan suara.

Cara Menggunakan Sound Level Meter

Selanjutnya kami akan menjelaskan bagaimana cara untuk menggunakan sound level meter. Berikut ini pembahasannya:

  1. Pertama aktifkan terlebih dahulu alat ukur sound level meter yang ingin digunakan untuk melakukan pengukuran.
  2. Kemudian pilih selektor pada posisi fast untuk tingkat kebisingan continue atau secara berkelanjutan. Namun bisa juga memilih selektor pada posisi slow untuk tingkat kebisingan impulsive atau yang terputus.
  3. Jika sudah maka pilih selektor range intensitas kebisingan.
  4. Selanjutnya Anda bisa menentukan area yang ingin diukur.
  5. Setiap area pengukuran harus diamati selama 1 sampai dengan 2 menit lamanya dengan 6 kali pembacaan.
  6. Hasil pengukuran adalah berupa angka yang nantinya ditunjukkan pada monitor.
  7. Terakhir, Anda bisa menulis hasil pengukuran dan menghitung rata-rata dari tingkat kebisingannya. Dengan demikian maka bisa diketahui hasil pengukuran dari kebisingan.

Contoh Soal Perhitungan Desibel

Berikut ini kami akan memberikan sebuah contoh kasus yang digunakan untuk menghitung penguatan tegangan dan daya sesuai dengan satuan desibel (dB).

Penguatan Tegangan

Sebuah Rangkaian memiliki Input AC sebesar 2 Volt dan Output AC sebesar 14 Volt, berapakah penguatan dalam Desibel ?

Penyelesaian

Rumus : 
Penguatan Tegangan (dB) = 20 log10 (Vout / Vin)

Pertama, kita harus menghitung hasil dari rasio Tegangan Output dan Tegangan Input yaitu :

(Vout/Vin) = (14 / 2) = 7

Kedua, gunakan kalkulator untuk mendapatkan hasil logaritma dari 7.

Log10  7 = 0,845098

Ketiga, kalikan dengan 20 seperti pada rumusnya :



Leave a Comment