Cara Mengukur Dioda Zener Dengan Multimeter


Perlu diketahui bahwa ada dua cara sederhana yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah komponen dioda zener masih bisa bekerja dengan baik atau terjadi kerusakan. Nah, kedua cara yang digunakan untuk mengukur komponen ini akan kami jelaskan pada pembahasan berikut ini.

Dengan Ohmmeter Pada Multimeter

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengukur dioda zener adalah menggunakan Ohmmeter pada multimeter. Pengukuran atau pengujian yang dilakukan pada dioda zener dengan menggunakan Ohmmeter pada alat multimeter ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah komponen tersebut mengalami “Open (putus atau terbuka)” atau “Short (Korsleting atau hubungan pendek)” atau bahkan masih dalam kondisi baik.



Cara Mengukur Dioda Zener

  1. Silahkan atur terlebih dahulu posisi saklar pada posisi Ohm (Ω)
  2. Sambungkan probe hitam pada terminal katoda (tanda gelang hitam)
  3. Sambungkan probe merah pada terminal anoda
  4. Kemudian silahkan baca hasil pengukuran yang sudah tampil pada Display Multimeter
  5. Pada display harus menunjukkan nilai tertentu seperti 0.45Mohm atau 450Kohm karena menunjukkan bahwa komponen dioda zener masih dalam kondisi baik. Namun jika komponen tersebut tidak menunjukkan nilai tertentu, maka kemungkinan besar komponen dioda tersebut mengalami kerusakan
  6. Selanjutnya balikan probe hitam ke terminal anoda dan probe merah ke katoda (tanda gelang hitam)
  7. Baca hasil pengukuran atau pengujian pada tampilan Display Multimeter
  8. Jika nilai resistansinya tak terhingga (infinity) atau OL (Open Circuit) berarti komponen dioda tersebut masih dalam kondisibaik. Namun jika menunjukkan nilai resistansi tertentu, maka dioda tersebut kemungkinan besar sudah rusak.

Dengan Voltmeter pada Multimeter

Cara berikutnya yang bisa dilakukan untuk menguji apakah suatu komponen dioda zener masih kondisi bagus atau sudah rusak yaitu menggunakan fungsi Voltmeter pada Multimeter. Saat melakukan pengukuran ini, dibutuhkan sebuah rangkaian sederhana.

Rangkaian sederhana yang dimaksud disini adalah merangkai suatu komponen resistor secara seri dengan menggunakan dioda zener serta memberikan tegangan bias terbalik (reverse bias) pada komponen dioda yang ingin diuji atau diukur nilainya.

Sementara itu, tegangan yang ingin diberikan tentunya harus lebih besar dari tegangan zener (Breakdown Voltage) yang ditentukan. Pada contoh rangkaian berikut ini kita telah memberikan tegangan sebesar 9Volt dari sebuah baterai 9V.

Tegangan zener (Breakdown Voltage) pada komponen dioda zener yang ingin digunakan adalah 5,1V. Dalam hal ini juga dibutuhkan komponen resistor yang nantinya digunakan sebagai pembatas. Adapun resistor yang digunakan disini adalah 1KΩ.



Cara Mengukur Dioda Zener

  • Pertama rangkailah dioda zener sama seperti gambar diatas
  • Kemudian atur posisi saklar tepat pada posisi Volt (V)
  • Sambungkan probe merah pada terminal katoda (tanda gelang)
  • Sambungkan probe hitam pada teminal anoda
  • Baca hasil pengukuran atau pengujian pada tampilan Display Multimeter, pastikan nilai yang ditampilkan merupakan nilai yang hampir mendekati tegangan zener (Breakdown Voltage). Apabila nilai tegangan yang tampil hampir mendekati tegangan zener maka bisa dipastikan bahwa komponen dioda tersebut masih dalam kondisi baik (pada contoh kali ini adalah 5,1V). Namun demikian pula sebaliknya, jika teganganna terlalu tinggi atau bahkan lebih rendah dari nilai tegangan zener, ini berarti dioda tersebut mengalami kerusakan.

Penggunaan Dioda Zener Pada Rangkaian

Penggunaan Dioda Zener Pada Rangkaian



Leave a Comment