Cara Mengukur Dioda Zener Dengan Multimeter

Menghitung Dioda Zener Dengan Multimeter – Dioda zener merupakan salah satu jenis dioda yang dirancang secara khusus untuk bisa bekerja pada rangkaian bias balik (reverse bias).

Dioda zener mempunyai fungsi dan karakteristik yang hampir sama seperti dioda normal jika diberikan tegangan bias maju (forward bias), tetapi jika dioda zener mendapat tegangan yang melampui batas”Breakdown Voltage” atau “Tegangan Tembus Dioda Zener”, maka dioda tersebut nantinya bisa mengalirkan listrik dengan arus ke arah yang berlawanan.

Cara Mengukur Dioda Zener

Jenis dioda yang satu ini banyak digunakan pada rangkaian-rangkaian Over Voltage Protection (perlindungan terhadap tegangan berlebih) dan Voltage Regulator (pengatur tegangan).

Jika rangkaian-rangkaian tersebut nantinya bermasalah, maka perlu dilakukan troubleshooting terhadap komponen-komponen elektronika yang menjadi penyebab adanya gangguan tersebut dan pastinya salah satu komponen yang harus diperiksa disini adalah komponen dioda zener.

Nah, kali ini kami akan membahas bagaimana cara menguji komponen dioda zener. Namun sebelum itu mari simak terlebih dahulu penjelasan singkat mengenai simbol cara membaca kode dioda zener berikut ini.

Baca juga: Penjelasan Dan Cara Kerja Dioda Zener

Simbol dan Gambar Dioda Zener

Simbol dan Bentuk Dioda Zener

Dioda zener memiliki simbol yang hampir sama dengan dioda biasa, namun simbol dioda ini sedikit dimodifikasi dengan adanya tekukan miring pada garis lurus didepan panah. Seperti halnya dengan dioda pada umumnya, dioda zener juga memiliki terminal kaki katoda dan anoda. Adapun kaki pada bagian ujung panah adalah katoda sedangkan kaki yang satunya adalah anoda.

Sedangkan jika dilihat dari bentuk fisiknya, dioda zener memiliki ukuran yang sangat kecil dan mirip seperti dioda IN4184. Maka dari itu, penting sekali untuk memperhatikan hal ini terutama ketika praktet dalam merakit suatu komponen supaya nantinya tidak salah pasang.

Disamping itu, pada dioda jenis zener ini juga memiliki ciri khusus yang membedakan dengan jenis dioda lainnya. Ciri khusus tersebut adalah tulisan yang ada pada bodi komponen dimana tulisan ini menunjukkan tegangan kerja dioda zener.

Cara Membaca Kode Dioda Zener

Cara Membaca Kode Dioda Zener

Dalam pembacaan kode komponen yang satu ini sebenarnya tidak ada standar karena memang berbeda-beda tergantung pada manufaktur pembuatannya. Pada umumnya di badan komponen dioda sudah tertulis dengan jelas tegangan kerjanya. Seperti misalnya tulisan yang menunjukkan angka 5V6 maka berarti komponen tersebut telah menstabilkan tegangan output sebesar 5,6 VDC. Demikian pula untuk dioda zener 12V yang dimana kodenya adalah 12V saja.

Namun disamping itu, ada juga juga manufaktur yang mempunyai pengkodean tersendiri seperti misalnya kode 1N XXXX sehingga dibutuhkan tabel pembacaan. Berikut ini adalah kode untuk 1N:

  • 1N4728A = 3.3v
  • 1N4729A = 3.6v
  • 1N4730A = 3.9v
  • 1N4731A = 4.3v
  • 1N4732A = 4.7v
  • 1N4733A = 5.1v
  • 1N4734A = 5.6v
  • 1N4735A = 6.2v
  • 1N4736A = 6.8v
  • 1N4737A = 7.5v
  • 1N4738A = 8.2v
  • 1N4739A = 9.1v
  • 1N4740A = 10v
  • 1N4741A = 11v
  • 1N4742A = 12v
  • 1N4743A = 13v
  • 1N4744A = 15v
  • 1N4745A = 16v
  • 1N4746A = 18v
  • 1N4747A = 20v
  • 1N4748A = 22v
  • 1N4749A = 24v
  • 1N4750A = 27v
  • 1N4751A = 30v
  • 1N4752A = 33v
  • 1N4753A = 36v
  • 1N4754A = 39v
  • N4755A = 43v
  • 1N4756A = 47v
  • 1N4757A = 51v
  • 1N4758A = 56v
  • 1N4759A = 62v
  • 1N4760A = 68v
  • 1N4761A = 75v
  • 1N4762A = 82v
  • 1N4763A = 91v
  • 1N4764A = 100v

Selain kode 1N, ternyata masih ada kode MA dimana angka pertama akan menunjukkan data atau kapasitas komponen semiinduktor yang satu ini:

  • MA1xxx = 1 Watt
  • MA2xxx = 0.5 Watt
  • MA3xxx = 0.3 Watt
  • MA4xxx = 1/4 Watt
  • MA5xxx = 1/8 Watt

Dan 3 angka berikutnya menunjukkan tegangan kerjanya, yaitu:

  • MA3100 = 10.0v
  • MA2180 = 18.0v
  • MA1056 = 5.6v
  • MA3091 = 9.1v

Lalu berapa saja variasi tegangan yang ada? Untuk tegangan yang paling rendah disini adalah 2,4 V sedangkan tegangan yang paling tinggi sebesar 200 V yang memiliki daya maksimal 5 Watt.

Cara Mengukur Dioda Zener

Cara Mengukur Dioda Zener

Perlu diketahui bahwa ada dua cara sederhana yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah komponen dioda zener masih bisa bekerja dengan baik atau terjadi kerusakan. Nah, kedua cara yang digunakan untuk mengukur komponen ini akan kami jelaskan pada pembahasan berikut ini.

Dengan Ohmmeter Pada Multimeter

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengukur dioda zener adalah menggunakan Ohmmeter pada multimeter. Pengukuran atau pengujian yang dilakukan pada dioda zener dengan menggunakan Ohmmeter pada alat multimeter ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah komponen tersebut mengalami “Open (putus atau terbuka)” atau “Short (Korsleting atau hubungan pendek)” atau bahkan masih dalam kondisi baik.

Cara Mengukur Dioda Zener

  1. Silahkan atur terlebih dahulu posisi saklar pada posisi Ohm (Ω)
  2. Sambungkan probe hitam pada terminal katoda (tanda gelang hitam)
  3. Sambungkan probe merah pada terminal anoda
  4. Kemudian silahkan baca hasil pengukuran yang sudah tampil pada Display Multimeter
  5. Pada display harus menunjukkan nilai tertentu seperti 0.45Mohm atau 450Kohm karena menunjukkan bahwa komponen dioda zener masih dalam kondisi baik. Namun jika komponen tersebut tidak menunjukkan nilai tertentu, maka kemungkinan besar komponen dioda tersebut mengalami kerusakan
  6. Selanjutnya balikan probe hitam ke terminal anoda dan probe merah ke katoda (tanda gelang hitam)
  7. Baca hasil pengukuran atau pengujian pada tampilan Display Multimeter
  8. Jika nilai resistansinya tak terhingga (infinity) atau OL (Open Circuit) berarti komponen dioda tersebut masih dalam kondisibaik. Namun jika menunjukkan nilai resistansi tertentu, maka dioda tersebut kemungkinan besar sudah rusak.

Dengan Voltmeter pada Multimeter

Cara berikutnya yang bisa dilakukan untuk menguji apakah suatu komponen dioda zener masih kondisi bagus atau sudah rusak yaitu menggunakan fungsi Voltmeter pada Multimeter. Saat melakukan pengukuran ini, dibutuhkan sebuah rangkaian sederhana.

Rangkaian sederhana yang dimaksud disini adalah merangkai suatu komponen resistor secara seri dengan menggunakan dioda zener serta memberikan tegangan bias terbalik (reverse bias) pada komponen dioda yang ingin diuji atau diukur nilainya.

Sementara itu, tegangan yang ingin diberikan tentunya harus lebih besar dari tegangan zener (Breakdown Voltage) yang ditentukan. Pada contoh rangkaian berikut ini kita telah memberikan tegangan sebesar 9Volt dari sebuah baterai 9V.

Tegangan zener (Breakdown Voltage) pada komponen dioda zener yang ingin digunakan adalah 5,1V. Dalam hal ini juga dibutuhkan komponen resistor yang nantinya digunakan sebagai pembatas. Adapun resistor yang digunakan disini adalah 1KΩ.

Cara Mengukur Dioda Zener

  • Pertama rangkailah dioda zener sama seperti gambar diatas
  • Kemudian atur posisi saklar tepat pada posisi Volt (V)
  • Sambungkan probe merah pada terminal katoda (tanda gelang)
  • Sambungkan probe hitam pada teminal anoda
  • Baca hasil pengukuran atau pengujian pada tampilan Display Multimeter, pastikan nilai yang ditampilkan merupakan nilai yang hampir mendekati tegangan zener (Breakdown Voltage). Apabila nilai tegangan yang tampil hampir mendekati tegangan zener maka bisa dipastikan bahwa komponen dioda tersebut masih dalam kondisi baik (pada contoh kali ini adalah 5,1V). Namun demikian pula sebaliknya, jika teganganna terlalu tinggi atau bahkan lebih rendah dari nilai tegangan zener, ini berarti dioda tersebut mengalami kerusakan.

Penggunaan Dioda Zener Pada Rangkaian

Penggunaan Dioda Zener Pada Rangkaian

Penggunaan dioda zener pada suatu rangkaian sangat mudah untuk diterapkan. Berikut ini kami akan memberikan contoh dimana komponen dioda zener digunakan untuk menstabilkan tegangan 8.2 VDC.

Pastinya jika ingin rangkaian bisa berfungsi dengan baik maka untuk tegangan supply input harus lebih tinggi daripada tegangan yang dimiliki oleh dioda itu sendiri. Pada contoh rangkaian berikut ini adalah supply 12VDC yang sudah dipasangkan secara langsung dengan pasangan resistor-transistor untuk dijadikan sebagai penguat arus (saklar) sehingga pada output rangkaian bisa diperoleh tegangan stabil sekitar 8.2 V.

Baca juga: Jenis Jenis Dioda Lengkap

Demikian pembahasan kali ini mengenai salah satu komponen semikonduktor yang banyak digunakan, semoga pembahasan ini bisa menambah wawasan rekan teknisi yang mengunjungi blog ini.

Leave a Comment