Cara Mengerem Motor Matic Yang Benar Biar Tidak Gampang Masuk Angin

Tips Mengerem Motor Matic – Mengendarai motor bisa dibilang lebih mudah dibandingkan dengan mengemudikan mobil. Akan tetapi bukan berarti menaiki motor sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun. Sebab ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum menunggangi sepeda motor.

Mulai dari apa saja perlengkapan yang perlu dipakai, bagaimana cara menghidupkan motor hingga cara mengerem motor. Saat ini ada banyak jenis motor yang beredar di pasaran. Masing-masing jenis motor ini memiliki teknik berkendara yang berbeda. Seperti motor matic, cara menarik tuas gas atau cara mengerem motor matic berbeda dengan motor bebek atau motor sport.

Akan tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengerem motor matic yang baik dan benar. Sebab tidak sedikit pengendara yang kurang paham sehingga mengalami insiden saat berada di jalan.

Ada pengendara yang mengalami slip ban depan karena teknik pengereman motor matic yang keliru, terutama ketika melakukan pengereman mendadak. Dhani Ekasaputra, Instruktur Safety Institute Indonesia mengatakan bahwa hal tersebut adalah lumrah. Sebab bobot motor matic bagian belakang cenderung lebih berat dibandingkan bagian depan. Oleh karenanya teknik pengeremannya berbeda.

Perlu diketahui, pada motor manual ada istilah engine brake. Hal ini bermanfaat ketika Anda ingin menurunkan kecepatan motor. Sedangkan pada motor matic engine brake tidak ada, atau ada hanya saja lebih kecil. Maka dari itu untuk menurunkan kecepatan hanya mengandalkan rem dan feeling pengendara.

Pada kecepatan tinggi di atas 40 km/jam, disarankan untuk mengerem motor matic dengan teknik combi brake/rem kombinasi. Caranya adalah dengan menarik tuas rem bersamaan secara perlahan supaya ban belakang tidak selip.

Gunakan pijakan kaki untuk memindahkan bobot ketika terjadi rem mendadak. Sebab saat itu terjadi secara otomatis bobot pengendara akan mendorong ke depan. Untuk itu jangan hanya mengandalkan tumpuan pada setang dan tangan saja.

Di samping itu perhatikan pula bagaimana posisi jari pada tuas rem. Untuk rem belakang gunakan dua jari, yakni telunjuk dan jari tengah. Sedangkan untuk rem depan menggunakan empat jari, namun tenaga disalurkan hanya pada jari manis dan kelingking. Tujuannya agar motor matic berhenti dengan mulus.

Lantas bagaimana jika mengerem dalam kondisi darurat? Pada momen-momen darurat, seperti ketika melewati jalanan basah atau saat menghindari sebuah insiden kecelakaan, pengereman motor matic tidak bisa asal-asalan.

Yang terpenting harus Anda lakukan saat seperti itu adalah dengan cara memainkan rem. Artinya jangan menarik tuas rem terlalu dalam. Sebab hal ini justru bisa membuat ban motor terkunci. Alhasil Anda akan tergelincir karenanya.

Yang benar adalah dengan cara menarik dan mengendurkan tuas rem dalam tempo yang cukup sering. Di samping itu usahakan untuk menggunakan rem depan terlebih dahulu. Lalu diikuti pemakaian rem belakang. Hal ini bertujuan untuk mengimbangi proses pengereman.

Tidak ada salahnya untuk memposisikan motor dalam kondisi lurus ketika ingin mengerem. Sebab jika mengerem dalam kondisi menikung justru bisa membuat motor tergelincir.

Itulah cara mengerem motor matic yang benar. Jika Anda masih pemula atau baru belajar naik motor matic, berlatihlah di jalan yang sepi dan jauh dari kepadatan lalu lintas. Bisa di jalan perumahan atau juga bisa di lapangan. Yang tak kalah penting, jangan lupa untuk menggunakan riding gear saat hendak berpergian. Serta selalu utamakan keselamatan dan tidak berkendara ugal-ugalan.

Leave a Comment