Cara Membuat Lilitan Induktor Dengan Mudah


Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung nilai induktor jenis kawat lurus:



Keterangan:

  • L adalah Induktansi
  • I adalah Panjang Kawat
  • D adalah Diameter Kawat

Rumus Membuat Induktor Jenis Lilitan Silinder Pendek Inti Udara

Induktor jenis silinder tanpa inti atau dengan inti udara pada umumnya digunakan dalam aplikasi frekuensi tinggi. Induktor ini mempunyai nilai induktansi yang terbilang sangat kecil, bahkan di bawah 1 1 mikroHenry (µH).  Biasanya digunakan pada pemancar dan juga penerima radio FM.

Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai induktor jenis lilitan silinder pendek inti udara adalah sebagai berikut:

Keterangan:

  • L adalah Induktansi (µH)
  • r adalah Jari-Jari lilitan (in)
  • I adalah panjang lilitan (in)
  • N adalah Jumlah lilitan

Rumus tersebut sudah dibuktikan oleh teman-teman dari Politeknik Negri Bandung yang mengambil Jurusan Teknik Elektro. Mereka membuktikannya melalui laporan praktek Perancangan dan Pengukuran Induktor Satu Lapis dengan Inti Udara pada tahun 2013 yang lalu.



Rumus yang digunakan pada laporan tersebut terbilang cukup sederhana. Namun untuk hasilnya juga sama saja jika dihitung menggunakan rumus di atas, tentunya mengubah satuan centimeter terlebih dahulu menjadi inchi.

Rumus Membuat Induktor Jenis Lilitan Berlapis inti Udara

Induktor ini banyak dijumpai dalam praktek elektronika sehari-hari. Pada dasarnya, induktor ini hampir sama dengan jenis silinder pendek inti udara, hanya saja dibuat secara berlapis. Hal ini memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai induktansi dengan cara meminimalkan panjang induktor.

Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai induktor jenis lilitan berlapis inti udara adalah sebagai berikut:

Keterangan:

  • L adalah Induktansi (µH)
  • r adalah Rerata jari-jari lilitan (dalam satuan inchi)
  • I adalah Panjang lilitan (dalam satuan inchi)
  • N adalah Jumlah lilitan
  • d adalah Tebal lilitan (dalam satuan inchi)

Baca juga: Cara Kerja Bel Listrik Sederhana

Rumus Membuat Indikator Jenis Spiral Datar Inti Udara

Indikator jenis ini bisa dibilang merupakan kebalikan dari induktor berlapis. Jika induktor berlapis dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan induktansi, induktor ini dibuat khusus untuk membuat nilai induktansi yang jauh lebih kecil.



Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai induktor jenis spiral datar inti udara adalah sebagai berikut:

Keterangan:

  • L adalah Induktansi
  • r adalah Rerata jari-jari spiral
  • N adalah Jumlah lilitan
  • d adalah Tebal lilitan

Rumus Membuat Induktor Jenis Lilitan Inti Toroid

Induktor jenis toroid merupakan induktor yang memiliki inti berbentuk donat. Nilai induktansi yang dimiliki oleh induktor jenis ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan jenis induktor sebelumnya. Induktor jenis toroid yang dijual di pasaran umumnya mempunyai inti ferit. Selain digunakan pada induktor, sistem toroid juga banyak diaplikasikan pada sistem transformator.



Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai induktor jenis lilitan inti toroid adalah sebagai berikut:

Keterangan:

  • L adalah Induktansi
  • μ0 adalah Permeabilitas vakum
  • μr adalah Permebalitas relatif bahan inti
  • N adalah jumlah lilitan
  • r adalah jari-jari gulungan
  • D adalah diameter secara menyeluruh

Baca juga: Pengertian Arus Listrik Searah Dan Bolak Balik

Cara Membuat Lilitan Induktor Ferite Toroid Coil Utk Joule Thief

Pada pembahasan berikutnya kami akan akan menjelaskan bagaimana cara membuat lilitan induktor coil utk joule thief. Cara ini terbukti powerfull dengan tingkat efisiensi yang tinggi.

  1. Pertama siapkan terlebih dahulu ferittoroid (od 11 mm) dan kawat tembaga od 0.3 sampai 0.5 mm. Kawat yang digunakan harus ber enamelede atau yang mempunyai lapisan (isolator).
  2. Bebaskan ferritoroid dari semua bekas lilitannya.
  3. Ambil dan potong kawat sekitar 20 cm kemudian lilitan pada toroid sebanyak 15 lilitan. Sisakan bagian ujung sekitar 2 cm kemudian bersihkan ujungnya dari lapisannya.
  4. Lalu ambil lagi kawat tembaga yang lainnya kemudian potong sekitar 30 sampai 40 cm. Ambil bagian ujungnya kemudian pliintir untuk digabungkan dengan salah satu ujung lilitan yang sebelumnya. Kemudian lilitkan bagian ujunga atau kawat kedua pada toroid. Arah harus meneruskan arah lilitan yang sebelumnya hingga 20 lilit. Sekarang kita memiliki 3 bagian ujung kawat. Ketiga bagian tersebut adalah (a) ujung kawat atau wal yang memiliki 15 lilitan pertama <fedback>, (b) bagian dua ujung yang dipilin jadi satu dengan posisi di tengah <akhir fedback-awal primer> nanti utk menuju + baterai, dan (c) bagian ujung akhir yang memiliki 20 lilitan <primer>. Jika sudah maka sekarang tinggal menyatukan resistor, transistor, led, dan baterai.

Perbandingan yang digunakan untuk jumlah lilitan feedback dengan primer adalah 15 : 20. Kumparan ini dapat membentuk 1- led superbright agar menyala hanya menggunakan 1 baterai AA/AA.

Joule thief circuit

Cara membuat lilitan ferite toroid coil utk joule thief

Cara membuat lilitan induktor coil utk joule thief

Cara membuat lilitan induktor coil utk joule thief

Cara membuat lilitan induktor coil utk joule thief

Baca juga: Cara Menggunakan Tang Ampere

Proses atau cara yang biasa dilakukan dalam membuat lilitan induktor ferite toroid coil utk joule thief bisa dilihat pada gambar di atas. Jika langkah-langkah tersebut dilakukan dengan benar dan sesuai dengan kaidah yang seharusnya diikuti untuk membuat lilitan induktor ini maka dapat dipastikan bahwa coil bisa bekerja sebagaimana yang telah kita harapkan untuk joule thief circuit yang ingin dibuat.



Leave a Comment