Cara Membuat Histogram Di Excel Berbagai Versi


Berdasarkan syntax di atas, main menunjukkan judul, sub main menunjukkan sub judul, ylab untuk memberi judul pada sumbu y dan xlab untuk memberi judul pada sumbu x.

Baca juga: Pengujian Hipotesis Komparatif, Penjelasan Dan Contoh

Mengganti warna pada batang histogram



Secara umum, saat membuat visualisasi data akan lebih menarik jika kita menambahkan warna. Pada software R opsi col= ‘warna yang dipilih’ akan membantu merubah batang histogram menjadi berwarna sesuai dengan yang kita tuliskan dalam syntax. Terdapat berbagai pilihan warna yang bisa digunakan dan untuk detailnya bisa dilihat pada link berikut : https://www.r-graph-gallery.com/42-colors-names.html. Pada ilustasi kali ini, kita akan menggunakan warna hijau sehingga dapat dituliskan col =“green”.

hist (usia_pasien_covid,

main =’Histogram Frekuensi Usia Pasien Covid-19 ‘,

sub = ‘Analisis Eksplorasi Data ‘,

ylab = ‘Frekuensi’,

xlab = ‘Usia Pasien covid’,

col = ‘green’)

Mengatur jumlah batang di histogram

Selain dapat menambahkan judul dan warna pada histogram, kita dapat mengatur jumlah batang sesuai keinginan kita dan akan berdampak pada selang yang terbentuk. Semakin banyak batang maka semakin banyak selang yang terbentuk, dan sebaliknya. Untuk mengubah jumlah batangnya, kita dapat menggunakan syntax berikut.

hist ( data, breaks = seq(min(data), max(data), length.out = n+1))

Contoh penggunaan syntax di atas pada data usia pasien Covid-19 adalah sebagai berikut.

Mencari nilai minimum dan maksimum dari data usia pasien Covid-19 yang ingin dibuat histogram.

min(usia_pasien_covid)

## [1] 1

max(usia_pasien_covid)

## [1] 96

Mengatur jumlah batang, misalnya kita akan membuat jumlah batangnya 25. Maka n = 25.

hist (usia_pasien_covid,

main =’Histogram Frekuensi Usia Pasien Covid-19 ‘,

sub = ‘Analisis Eksplorasi Data ‘,

ylab = ‘Frekuensi’,

xlab = ‘Usia Pasien covid’,

col = ‘green’,

breaks = seq(1, 96, length.out = 25+1))

Interpretasi: Berdasarkan histogram di atas, terlihat batang histogram yang terbentuk menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Hal ini berdampak pada selang yang terbentuk semakin banyak, sehingga informasi yang terbentuk akan semakin beragam.

Namun, hal yang perlu diperhatikan yaitu perbedaan ketika menggunakan syntax (breaks = n) untuk mengatur jumlah batang. R akan menjalankan algoritma untuk memecah data sesuai defaultnya. Jika syntax ini digunakan belum tentu output histogramnya akan memiliki jumlah batang sesuai yang kita inginkan. Sehingga, untuk mengatur jumlah batang sesuai keinginan lebih tepat menggunakan syntax [hist (data, breaks = seq(min(data), max(data), length.out = n+1))].

Baca juga: Uji Hipotesis Statistik Dalam Penelitian

  • Membuat Histogram Menggunaka Aplikasi Microsoft Excel

Seorang Manajer Produksi ingin mengetahui distribusi data mengenai umur karyawannya di unit kerjanya. Untuk mempermudah penyajiannya, Manajer Produksi tersebut kemudian membuatnya secara grafis dengan bentuk Histogram. Data-data yang diperoleh oleh Manajer Produksi adalah sebagai berikut ini :

1) Pastikan Ms. Excel anda telah di-install Add-Ins Analysis Toolpak.

2) Masukan data-data yang didapat tersebut ke dalam Lembar Kerja Excel.

3) Tentukan Jumlah kelas dan rentang kelas yang diinginkan, kemudian isikan kedalam Ms. Excel (disamping data).

Catatan : Rentang kelas yang diisi di lembar kerja Excel tersebut adalah Batas Atas (Upper Limit) pada kelas yang bersangkutan.

4) Di Tab [Data] group [Analysis], klik [Data Analysis].

5) Pilih [Histogram] dan klik [OK].

6) Di [Input Range], Seleksi rentang data yang diinginkan (dalam contoh ini adalah B4:D23).

7) Di [Bin Range], Selesi rentang kelas yang telah dibuat (dalam contoh ini adalah F4:F9).

8) Klik [Output Range] dan letakan di bagian lembar kerja Excel untuk posisi grafik Histogram serta data frekuensinya (dalam contoh ini adalah I4).

Catatan : Jika anda ingin meletakan grafik Histogram di lembar kerja yang lain, silakan klik [New Workbook].

9) Centang Chart [Chart Output].

10) Klik [OK].

Histogram and Tabel Distribusi Frekuensi Data akan ditampilkan seperti gambar dibawah ini :

Kita dapat memperjelas atau memperbaiki beberapa informasi di tabel dan Histogram agar lebih mudah dimengerti oleh pembacanya. Beberapa contoh yang dapat kita lakukan adalah seperti berikut ini :

  • Menghilangkan “Legend” Frequency dengan Klik Legend-nya dan klik kanan mouse kemudian klik [Delete].
  • Membuat label kelas agar lebih mudah dimengerti dengan cara meng-edit data kelas di kolom Bin.
  • Menghilangkan Spasi diantara grafik batang dengan cara mengklik kanan mouse pada grafik batangnya dan pilih [Format Data Series…] kemudian ganti “Gap Width” menjadi 0 (No Gap).
  • Untuk menambahkan garis kotak (border) silakan klik kanan mouse pada grafik dan pilih [Format Data Series…], Klik [Border Color] dan pilih [Solid Line] kemudian pilih warna yang diinginkan.

Hasilnya akan menjadi lebih baik seperti contoh dibawah ini:

Baca juga: Cara Menghitung Statistik Dasar Matematika



Leave a Comment