Cara Menghitung VPP Dan Membaca Osiloskop


Probe 10 X biasanya akan mengalami kendala saat menampilkan sinyal kurang dari 10 milivolt. Probe 1 X menandakan bahwa tidak ada peredaman sinyal, sehingga probe peredaman 10 X bisa digunakan sebagai probe standar.

Berikut ini adalah gambar yang menunjukkan diagram sederhana pada bagian  kerja internal dari probe. Hambatan masukan osiloskop 1 Mohm yang dirangkai secara seri dengan hambatan 9Mohm, sehingga tegangan masukan pada terminal oliskop berubah menjadi 1/10 kali.



Probe 10 X dan osiliskop akan membentuk rangkaian pembagi tegangan. Berikut ini adalah probe dengan tipikal pasif dan beberapa aksesoris yang digunakan.

Pemasangan Pencapit Ground

Dalam sebuah probe terdapat dua terminal penghubung, yaitu ujung probe dan kabel ground yang umumnya dipasangi dengan capit buaya. Capit buaya inilah yang nantinya dihubunga kebagian ground yang ada pada rangkaian, seperti chasis logam. Sentuhkan bagian ujung probe pada titik yang akan diuji pada rangkaian.

Baca juga: Pengertian Dan Rumus Tegangan Listrik

Cara Menghitung VPP

Sebelum menghitung tegangan puncak ke puncak (VPP) maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu skala pada Volt/Div nya terlebih dahulu. Anda harus mengetahui berapakah volt dan tegangan puncak ke puncaknya berapa Div (Div Vertikal).

Sedangkan rumus yang digunakan menghitung VPP adalah sebagai berikut

VOLT PEAK TO PEAK : Vpp = Div Vertikal x Volt/Div

Instruksi Kerja Pengkalibrasian Osiloscope

  • Masukan kabel power pada socketin put 220 V yang ada di bagian belakang osiloscop.
  • Masukan socket probe osiloscop di chanel 1 (X) atau bisa juga chanel 2 (Y).
  • Masukan kabel power atau steker di stop kontak.
  • Kemudian atur Mode pada chanel 1 (X) atau chanel 2 (Y).
  • Atur juga coupling yang ada pada AC/DC dan source di chanel 1 atau chanel 2.
  • Nyalakan osiloscop dengan cara menekan tombol power.
  • Jika di bagian layar osiloscop masih belum muncul garis horisontal maka Anda bisa mengatu Holdoff pada posisi Auto dan pada Level tombol Lock harus ditekan.
  • Jika sudah muncul garis horisontal, lakukan setting pada focus dan intensitas cahaya.
  • Sambungkan ujung probe osiloscope pada calibrasi (CAL), sehingga pada bagian layar akan muncul gambar gelombang kotak.
  • Lakukan setting pada posisi vertikal dan horisontal gelombang untuk memudahkan dalam perhitungan (perioda, frekuensi dan volt peak to peak) untuk pengkalibrasian.
  • Volt/Div bisa diatur pada posisi 1 V. Sedangkan untuk Time/Div diatur pada posisi 0,5 ms. (5ms).
  • Tinggi gelombang tentunya harus 2 Div. Hal ini karena pada kalibrasi sudah tertulis 2 Vpp. Namun jika tidak sampai 2 Vpp maka Anda bisa mengatur varible pada chanel 1 (X) dan chanel 2 (Y).
  • Untuk panjang gelombang penuh tentunya harus 2 Div horisontal.

Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung perioda:

T = Div Horisontal x Time / Div
= 2 Kotak x 0,5 mS
= 2 x 0,5 . 10-3
= 1 . 10-3 S
Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung frekuensi:
F = 1
T
= 1
1 . 10-3
= 1000
1
= 1000 Hz ( 1 KHz )
Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung Volt Peak to Peak:
Vpp = Div Vertikal x Volt / Div
= 2 Kotak x 1 V
= 2 Vpp

Baca juga: Jenis Jenis Motor DC (Arus Searah)

Pada kalibrasi (CAL) memang sudah tercatat 2 Vpp dan 1 KHz sehingga pada perhitungan tersebut menandakan bahwa osiloscope sudah sesuai dalam pengkalibrasian.



Leave a Comment