Cara Menghitung VPP Dan Membaca Osiloskop


Ketika menggunakan osiloskop, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Menentukan skala sumbu Y atau tegangan. Caranya adalah mengatur posisi tombol Volt/Div dalam posisi tertentu. Apabila sinyal masukannya diperkirankan lumayan besar, maka gunakan skala Volt/Div yang besar. Namun jika kesulitan untuk membuat perkiraan besarnya tegangan masukan, maka Anda bisa menggunakan attenuator 10 x (peredam sinyal) dalam probe atau skala Volt/Div yang dipasang dalam posisi paling besar.
  2. Menentukan skala Time/Div untuk melakukan pengaturan pada tampilan frekuensisinyal masukan.
  3. Menggunakan tombol trigger atau hold-off untuk mendapatkan sinyal keluaran dalam kondisi stabil.
  4. Menggunakan tombol pengatur fokus jika gambar yang ditampilkan masih kurang fokus.
  5. Menggunakan tombol pengatur intensitas jika gambar yang ditampilkan masih kurang terang.

Baca juga: Pengertian SNR (Signal to Noise Ratio)

Kinerja Osiloskop

Berikut ini adalah beberapa istilah penting yang sering digunakan untuk membahas kehandalan suatu osiloskop.



  • Lebar Pita (Bandwith)

Spesifikasi lebar pita (bandwith) menunjukkan daerah frekuensi yang bisa dikur oleh osiloskop secara akurat. Dalam hal ini, bandwidth akan menunjukkan frekuensi ketika sinyal yang sedang ditampilkan telah terudaksi menjadi 70.7% dari sinyal sinus yang digunakan.

  • Rise Time

Rise time merupakan istilah untuk menjelaskan daerah frekuensi yang berguna dari alat ukur osiloskop. Sinyal yang mengalami perubahan dari rendah ke tinggi secara cepat, pada gelombang persegi, menunjukkan bahwa rise time sangat tinggi. Rise time menjadi hal penting untuk digunakan dalam pengukuran pulsa dan sinyal tangga.

  • Sensitivitas Vertikal

Sensitivitas vertikal merupakan istilah yang digunakan dalam menunjukkan kemampuan penguatan vertikal untuk semakin memperkuat sinyal lemah. Satuan yang digunakan untuk sensitivitas vertikal adalah mVolt/Div. Sementara untuk sinyal terlemah yang bisa ditangkap oleh osiloskop yaitu 2 mV/Div.

  • Akurasi Gain

Akurasi gain adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan seberapa teliti sistem vertikel dalam melemahkan atau menguatkan suatu sinyal.

  • Basis Waktu dan Akurasi Horizontal

Akurasi horizontal adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan seberapa teliti sistem horizontal dalam menampilkan waktu dari sinyal. Hal ini pada umumnya dinyatakan dengan % error.

  • Sample Rate

Pada sebuah osiloskop digital, sampling rate digunakan untuk menunjukkan laju pencuplikan yang dapat ditangkap oleh ADC. Satuan yang digunakan untuk sample rate maksimumadalah megasample/detik (Ms/s).

  • Resolusi ADC (Resolusi Vertical)

Resolusi dari ADC (dalam bit) digunakan untuk menunjukkan seberapa tepat ADC dalam mengubah tegangan masukan menjadi nilai digital.

  • Panjang Record

Panjang record digunakan untuk menunjukkan jumlah gelombang yang bisa disimpan dalam memori. Setiap gelombang pada umumnya terdiri dari sejumlah titik. Titik-titik inilah yang bisa disimpan dalam suatu record gelombang.

  • Panel Kendali

Bagian ini terbagi dalam 3 bagian penting, yaitu vertical, horizontal dan trigger. Namun di beberapa osiloskop tertentu mungkin memiliki bagian tambahan yang tergantung dari model dan tipe osiloskop itu sendiri apakah analog atau digital.

Silahkan Anda perhatikan bagian input. Bagian ini merupakan tempat yang digunakan untuk memasukkan input. Osiloskop sendiri biasanya memiliki 2 input, dimana setiap input bisa menampilkan tampilan gelombang yang ada di monitor peraga. Penggunaan secara bersamaan digunakan dengan tujuan sebagai perbandingan.

Baca juga: Pengertian Dan Jenis Gelombang Listrik / Waveform

  • Pengendali Horizontal

Pengendali horizontal digunakan untuk mengatur posisi dan skala yang ada pada bagian horizontal gelombang. Gambar berikut ini menujukkan jenis panel depan dan panel layar sebagai pengatur bagian horizontal.

Tombol posisi horizontal digunakan untuk menggerakan gambar gelombang dari sisi kiri ke kanan atau sebaliknya. Tomvol kontrol Time/Div digunakan untuk mengatur skala horizontal.

  • Pengendali Vertikal

Pengendali vertikal memiliki fungsi untuk mengubah posisi dan skala gelombang secara vertikal. Osiloskop sendiri dilengkapi dengan pengendali untuk dapat mengatur coupling dan kondisi sinyal yang lainnya. Pada gambar di bawah ini menunjukkan tampilan panel depan dan menu on-screen untuk kontrol vertikal.

Tombol posisi vertikal memiliki fungsi untuk dapat menggerakan gambar gelombang pada layar ke arah atas atau ke bawah. Sedangkan untuk tombol Volts/Div digunakan untuk mengatur skala tampilan dalam arah vertikal.  Untuk pemilihan posisi, jika tombol Volts/Div diputar dalam posisi 5 Volt/Div maka layar monitor terdiri dari 8 kotak (divisi) arah vertikal. Dalam hal ini berarti setiap divisi (kota) akan menunjukkan ukuran tegangan sebsar 5 volt dan layar mampu menampilkan 40 volt dari bawah sampai atas.

  • Masukan Coupling

Coupling adalah metode yang digunakan sebagai penghubung sinyal elektrik yang berasal dari sebuah sirkuti ke sirkuit yang lain. Dalam kasus kali ini, masukan coupling menjadi penghubung dari sirkuit yang akan di uji dengan menggunakan osiloskop. Coupling bisa ditentukan atau diset ke DC, AC, atau ground.

Coupling nantinya akan menghalangi sinyal komponenDC sehingga dapat menampilkan bentuk gelombang terpusat pada 0 Volt. Gambar berikut akan mengilustrasikan perbedaan ini. Coupling sangat berguna jika seluruh sinyal (arus bolak balik dan searah) sangat besar sehingga gambarnya tidak bisa ditampilkan secara lengkap.

  • Masukan Coupling AC dan DC

Setting ground digunakan sebagai pemutus hubungan sinyal masukan dari sistem vertikal, sehingga layar akan menampilkan 0 Volts.

  • Filter Frekuensi

Hampir semua tipe osiloskop sudah dilengkapi dengan adanya rangkaian filter frekuensi. Sehingga frekuensi sinyal yang masuk akan dibatasi untuk dapat mengurangi noise atau gangguan yang sering muncul pada tampilan gelombang.

  • Pembalik Polaritas

Osiloskop biasanya juga sudah dilengkapi dengan pembalik polaritas sinyal, sehingga tampilan gambar akan mengalami perubahan fasad hingga 180 derajat.

Baca juga: Pengertian Dan Cara Menghitung Frekuensi

Alternate and Chop Display

Osiloskop analog memiliki dua cara untuk dapat menampilkan sinyal gelombang secara bersamaan. Mode bolak-balik atau alternate digunakan untuk menggambarkan kanal secara bergantian. Mode ini umumnya digunakan dalam kecepatan sinyal yang medium sampai kecepatan tinggi.

Mode chop akan menggambar beberapa bagian kecil di setiap sinyal saat terjadi pergantian kanal. Pergantian kanal yang terlalu cepat akan membuat gelombang terlihat kontinu. Mode ini sering digunakan untuk sinyal lambat yang memiliki kecepatan sweep 1ms per bagian atau kurang. Gambar berikut akan menunjukkan perbedaan antara 2 mode tersebut.

  • Pengukuran Fasa

Bagian pengontrol horizontal umumnya memiliki mode XY sehingga bisa digunakan untuk menunjukkan sinyal input dibandingkan dasar waktu pada sumbu horizontal (pada osiloskop digital biasanya sudah digunakan mode setting tampilan).

Fase gelombang merupakan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melalui  satu loop sampai loop berikutnya. Biasanya diukur dalam derajat. Phase shift menunjukkan perbedaan dalam pewaktuan antara dua atau lebih sinyal periodik yang sangat identik. Sedangkan cara untuk mengukur beda fasa adalah dengan menggunakan mode XY. Cara tersebut dilakukan dengan mempolt satu sinyal di bagian vertikal (sumbu Y) dan sinyal lainnya di sumbu horizontal (sumbu X). Bentuk gelombang yang dihasilkan nantinya adalah berupa gambar yang disebut dengan pola Lissajous.



Leave a Comment