Cara Membaca Kapasitor Keramik, Polar, Non Polar


Kapasitor Keramik, Polar, Non Polar – Selama ini masih banyak sekali orang yang tidak tahu bagaimana cara membaca ataupun menghitung nilai kapasitor. Apalagi kapasitor memiliki kode-kode yang seringkali membuat para teknisi lupa dalam melakukan perhitungan nilai suatu kapasitor.

Cara Membaca Kapasitor Keramik, Polar, Non Polar



Maka dari itu, kami disini akan memberikan informasi cara membaca lengkap beserta cara menghitung nilai kapasitor berdasarkan kode angka dan juga hurufnya. Untuk lebih detailnya, silahkan simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

Cara Membaca dan Menghitung Kapasitor

Cara Membaca Kapasitor Keramik, Polar, Non Polar

Komponen kapasitor pada umumnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu kapasitor bipolar dan kapasitor non polar. Kedua jenis kapasitor ini sama-sama memiliki kapasitansi yang tetap.

Kapasitor ini bisa dibedakan dari bahan dasar yang digunakan sebagai lapisan diantara lempeng-lempeng logam atau yang biasa disebut dengan dielektrum, seperti mika, keramik, milar, kertas, polyester, film, dan lain sebaginya. Kapasitor yang dibuat dari beberapa bahan tersebut biasanya memiliki nilai yang kurang dari 1 mikro farad.

Untuk membaca nilai kapasitor dengan ukuran besar bisa diketahui dengan mudah dari informasi yang sudah tercantum pada kemasan. Namun untuk kapasitor dengan ukuran kecil, nilai kapasitor akan ditulis dalam kode tertentu.

Dalam menentukan nilai dari sebuah kapasitor bisa dilakukan dengan membaca kode-kode yang terdapat di badan kapasitor. Nah, sebelum membahas lebih jauh mengenai cara membaca dan menghitung nilai kapasitor, penting sekali untuk memahami terlebih dahulu nilai kapasitor.



Baca juga: Cara Cek Kapasitor Dengan Avo Digital

Nilai Kapasitor

Kapasitor memiliki kemampuan untuk menyimpan sejumlah muatan listrik, dimana kemampuan ini dinamakan dengan kapasitansi. Satuan kapasitansi yang digunakan untuk kapasitor adalah Farad (F). Komponen kapasitor yang banyak dijumpai dipasaran adalah kapasitor yang memiliki nilai kapasitansi mulai dari pikoFarad sampai dengan mikroFarad.

Berikut ini adalah ukuran turunan Farad yang paling umum digunakan untuk menghitung nilai kapasitansi dari sebuah kapasitor:

1 Farad = 1.000.000µF (mikro Farad)
1µF = 1.000nF (nano Farad)
1µF = 1.000.000pF (piko Farad)
1nF = 1.000pF (piko Farad)

Penting untuk diketahui bahwa selain memiliki nilai kapasitansi, masing-masing kapasitor juga mempunyai batas tegangan kerja atau working voltage dan batas temperature kerja.

Cara Membaca Nilai Kapasitor Elektrolit (ELCO) / Kapasitor Polar

Cara Membaca Nilai Kapasitor ELCO

Kapasitor elektrolit termasuk dalam jenis kapasitor polar yang memiliki 2 buah kutub di kakinya. Kaki yang panjang adalah kutub positif, sedangkan kaki pendek atau kaki dengan tanda khusus disebut dengan kaki negatif.



Kapasitor ini bisa memiliki polaritas karena proses pembuatannya yang dilakukan dengan menggunakan elektrolisa sehingga akan terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda.

Pemasangan kapasitor elektrolit pada suatu rangkaian elektronika tidak boleh dilakukan secara terbalik, terutama pada rangkaian arus DC karena tidak akan bisa bekerja. Namun untuk arus AC maka pemasangan yang dilakukan secara terbalik ini tidak akan menjadi masalah.



Leave a Comment