Cara Kerja Lampu TL Dan Rangkaiannya


4. Tahan Lama

Cara Kerja Lampu TL Fluorescent

Lampu TL yang menggunakan Teknologi Fluorescent (FL) merupakan sebuah lampu yang memiliki bentuk tabung hampa dengan kawat pijar pada bagian ujungnya (elektroda). Tabung tersebut berisi merkuri dan juga gas argon yang memiliki tekanan rendah. Sedangkan tabung lampunya dibuat dari bahan seperti gelas dan dilapisi (coating) oleh lapisan fosfor atau phosphor.



Ketika dialiri oleh arus listrik, elektroda akan menjadi panas dan  membuat elektron-elektron berpindah tempat mulai dari satu ujung menuju ke ujung yang lainnya. Energi listrik ini akan membuat merkuri yang sebelumnya merupakan cairan mengalami perubahan menjadi gas.

Proses pemindahan elektron akan bertabrakan dengan atom merkuri sehingga energi elektron mengalami peningkatan ke level yang semakin tinggi. Kemudian elektron-elektron akan langsung melepas cahaya ketika energi elektron-elektron tersebut balik lagi ke level yang semula.

Prinsip Kerja Lampu TL

Ketika tegangan AC 220 volt di hubungkan ke satu set lampu TL maka tegangan diujung-ujung starter sudah cukup utuk menyebabkan gas neon didalam tabung starter untuk panas (terionisasi) sehingga menyebabkan starter yang kondisi normalnya adalah normally open ini akan ‘closed’ sehingga gas neon di dalamnya dingin (deionisasi) dan dalam kondisi starter ‘closed’ ini terdapat aliran arus yang memanaskan filamen tabung lampu TL sehingga gas yang terdapat didalam tabung lampu TL ini terionisasi.

Pada saat gas neon di dalam tabung starter sudah cukup dingin maka bimetal di dalam tabung starter tersebut akan ‘open’ kembali sehingga ballast akan menghasilkan spike tegangan tinggi yang akan menyebabkan terdapat lompatan elektron dari kedua elektroda dan memendarkan lapisan fluorescent pada tabung lampu TL tersebut.

Perstiwa ini akan berulang ketika gas di dalam tabung lampu TL tidak terionisasi penuh sehingga tidak terdapat cukup arus yang melewati filamen lampu neon tersebut. Lampu neon akan tampak berkedip.

Selain itu jika tegangang induksi dari ballast tidak cukup besar maka walaupun tabung neon TL tersebut sudah terionisasi penuh tetap tidak akan menyebabkan lompatan elektron dari salah satu elektroda tersebut.

Besarnya tegangan spike yang dihasilkan oleh trafo ballast dapat ditentukan oleh rumus berikut :

Jika proses ‘starting up’ yang pertama tidak berhasil maka tegangan diujung-ujung starter akan cukup untuk menyebabkan gas neon di dalamnya untuk terionisasi (panas) sehingga starter ‘closed’. Dan seterusnya sampai lampu TL ini masuk pada kondisi steady state yaitu pada saat impedansinya turun menjadi ratusan ohm.



Leave a Comment