Cara Kerja Lampu TL Dan Rangkaiannya


Cara Kerja Dan Rangkaian Lampu TL – Ada banyak sekali jenis lampu yang bisa dipilih untuk digunakan sebagai penerang. Namun yang paling banyak digunakan sekarang ini adalah lampu TL. Lampu TL merupakan salah satu jenis lampu yang bisa memancarkan cahaya ketika lapisan fluorescent dan gas neonnya mendapat aliran listrik.

Jenis lampu yang biasa disebut sebagai lampu pendar ini bisa digunakan sebagai penerang dalam ruangan ataupun luar ruangan.



Cara Kerja Lampu TL Dan Rangkaiannya

Istilah TL sendiri merupakan singkatan dari “Tube Luminescent” atau banyak juga yang menyebutnya dengan “Tube Lamp” yaitu lampu penerang yang memiliki bentuk seperti “Tube” atau tabung. Dalam kehidupan sehari-hari, ada 2 macam jenis teknologi yang digunakan pada lampu Tube Lamp, yaitu teknologi fluorescent (Neon) dan teknologi LED (Light Emitting Diodes).

Untuk lampu TL Neon (Fluorescent Lamp) biasanya digunakan sebagai penerangan di gudang, pabrik, shopping mall, sekolah, dan perkantoran. Namun seiring dengan perkembangan teknologi lampu LED yang menjadi lampu penerang, penggunaan lampu LED pun semakin mengalami kenaikan dan secara perlahan  akan menggantikan lampu penerang yang menggunakan teknologi fluorescent (pendar).

Baca juga: Jenis Jenis Lampu

Karakteristik Lampu TL Fluorescent Lamp

Karakteristik utama dari lampu yaitu dapat menghasilkan cahaya output per watt daya yang digunakan lebih besar jika dibandingkan dengan lampu bolam biasa atau incandescent lamp. Seperti misalnya, suatu penelitian menyebutkan bahwa 32 watt lampu TL bisa menghasilkan cahaya hingga sebesar 1700 lumens pada jarak 1 meter. Sementara itu, 75 watt lampu bolam biasa (lampu bolam yang menggunakan filamen tungsten) dapat menghasilkan sekitar 120 lumens.



Secara singkat, dapat dikatakan bahwa perbandingan effisiensi antara lampu TL dengan lampu bolam adalah 53 :  16. Efisiensi dalam hal ini diartikan sebagai intensitas cahaya yang telah dihasilkan kemudian dibagi dengan daya listrik yang digunakan.

Kelebihan Lampu TL

1. Lampu Berjenis Hemat Energi

2. Menyesuaikan Suhu Ruangan

3. Hemat Tagihan Listrik

4. Tahan Lama

Cara Kerja Lampu TL Fluorescent

Lampu TL yang menggunakan Teknologi Fluorescent (FL) merupakan sebuah lampu yang memiliki bentuk tabung hampa dengan kawat pijar pada bagian ujungnya (elektroda). Tabung tersebut berisi merkuri dan juga gas argon yang memiliki tekanan rendah. Sedangkan tabung lampunya dibuat dari bahan seperti gelas dan dilapisi (coating) oleh lapisan fosfor atau phosphor.



Ketika dialiri oleh arus listrik, elektroda akan menjadi panas dan  membuat elektron-elektron berpindah tempat mulai dari satu ujung menuju ke ujung yang lainnya. Energi listrik ini akan membuat merkuri yang sebelumnya merupakan cairan mengalami perubahan menjadi gas.

Proses pemindahan elektron akan bertabrakan dengan atom merkuri sehingga energi elektron mengalami peningkatan ke level yang semakin tinggi. Kemudian elektron-elektron akan langsung melepas cahaya ketika energi elektron-elektron tersebut balik lagi ke level yang semula.

Prinsip Kerja Lampu TL

Ketika tegangan AC 220 volt di hubungkan ke satu set lampu TL maka tegangan diujung-ujung starter sudah cukup utuk menyebabkan gas neon didalam tabung starter untuk panas (terionisasi) sehingga menyebabkan starter yang kondisi normalnya adalah normally open ini akan ‘closed’ sehingga gas neon di dalamnya dingin (deionisasi) dan dalam kondisi starter ‘closed’ ini terdapat aliran arus yang memanaskan filamen tabung lampu TL sehingga gas yang terdapat didalam tabung lampu TL ini terionisasi.

Pada saat gas neon di dalam tabung starter sudah cukup dingin maka bimetal di dalam tabung starter tersebut akan ‘open’ kembali sehingga ballast akan menghasilkan spike tegangan tinggi yang akan menyebabkan terdapat lompatan elektron dari kedua elektroda dan memendarkan lapisan fluorescent pada tabung lampu TL tersebut.

Perstiwa ini akan berulang ketika gas di dalam tabung lampu TL tidak terionisasi penuh sehingga tidak terdapat cukup arus yang melewati filamen lampu neon tersebut. Lampu neon akan tampak berkedip.



Selain itu jika tegangang induksi dari ballast tidak cukup besar maka walaupun tabung neon TL tersebut sudah terionisasi penuh tetap tidak akan menyebabkan lompatan elektron dari salah satu elektroda tersebut.

Besarnya tegangan spike yang dihasilkan oleh trafo ballast dapat ditentukan oleh rumus berikut :

Jika proses ‘starting up’ yang pertama tidak berhasil maka tegangan diujung-ujung starter akan cukup untuk menyebabkan gas neon di dalamnya untuk terionisasi (panas) sehingga starter ‘closed’. Dan seterusnya sampai lampu TL ini masuk pada kondisi steady state yaitu pada saat impedansinya turun menjadi ratusan ohm.

Impedansi dari tabung akan turun dari dari ratusan megaohm menjadi ratusan ohm saja pada saat kondisi ‘steady state’. Arus yang ditarik oleh lampu TL tergantung dari impedansi trafo ballast seri dengan impedansi tabung lampu TL.

Selain itu karena tidak ada sinkronisasi dengan tegangan input maka ada kemungkinan pada saat starter berubah kondisi dari ‘closed’ ke ‘open’ terjadi pada saat tegangan AC turun mendekati nol sehingga tegangan yang dihasilkan oleh ballast tidak cukup untuk menyebabkan lompatan elektron pada tabung lampu TL.

Rangkaian Lampu TL Fluorescent

Lampu  TL Fluorescent membutuhkan suatu starter dan ballast supaya bisa hidup atau ON.  Strater pada lampu TL Fluorescent memiliki fungsi sebagai saklar otomatis yang bisa membantu memanaskan elektroda dalam proses pemindahan berbagai elektron di dalam tabung Fluorescent.

Penting untuk diketahui bahwa dalam memanaskan elektroda supaya gas yang ada di dalam tabung lampu (TL) bisa berpendar maka dibutuhkan tegangan yang sangat tinggi yaitu sebesar 400 Volt.  Ketika proses penyalaan sudah selesai, Bi-metal yang ada di dalam starter akan terbuka (open). Dengan begitu maka strater  bisa langsung dilepaskan dari rangkaian lampu TL Fluorescent karena memang pemakaian starter hanya waktu penyalaannya saja.



Leave a Comment