Gambar Bagian Bagian Osiloskop


Gambar Bagian Bagian Osiloskop – Selamat datang kembali di website kami. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai bagian-bagian atau tombol osiloskop yang sering digunakan. Kami juga akan menjelaskan mengenai cara menggunakan dan bagaimana cara kalibrasinya.



Osiloskop sendiri merupakan salah satu jenis alat ukur yang memiliki peran yang sangat penting, terutama untuk memudahkan dalam melakukan pengujian pada suatu rangkaian alat elektronik. Hal ini karena alat ukur yang satu ini sangat memungkinkan untuk melihat gelombang sinyal pada rangkaian elektronik yang ingin diukur. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

Baca juga: Cara Menghitung VPP Dan Membaca Osiloskop

Cara Menggunakan Osiloskop

Osiloskop terbagi dalam dua macam, yaitu osiloskop analog dan osiloskop digital. Sebelum menggunakan alat ukur ini maka harus dilakukan kalibrasi terlebih dahulu. Sebab, jika tidak dilakukan kalibrasi maka hasil pengukuran yang dihasilkan tidak akan akurat.

Adapun langkah-langkah cara menggunakan osiloskop adalah sebagai berikut:

  1. Pertama nyalakan osiloskop terlebih dahulu. Pada beberapa jenis osiloskop tertentu biasanya akan membutuhkan proses boot yang cukup lama. Bahkan prosesnya hampir sama seperti lamanya proses booting pada komputer. Apalagi untuk jenis tabung CRT, yang sudah pasti membutuhkan pemanasan pada tabung CRT sebelum akhirnya dapat menampilkan grafik sinyal.
  2. Jika osiloskop sudah nyala, maka pada display akan tampil garis mendatar.
  3. Sambungkan probe positif (+) pada terminal kalibrasi, di beberapa probe tertentu ada pilihan khusus untuk faktor pengali yakni x10 atau x1. Pastikan bahwa pilihan tersebut ada pada pada x1.
  4. Osiloskop kemudian akan menampilkan sinyal persegi (Square Wave). Pada kondisi ini, diharuskan untuk mencari settingan yang sesuai agar layar CRO dapat menampilkan tegangan 2 VPP dengan frekuensi 1kHz.
  5. Lakukan pengubahan pada pilihan tombol trigger, pilihan bisa disesuaikan dengan channel yang ingin digunakan. Jika ingin menggunakan CH1 maka Anda harus memilih CH1.
  6. Coupling pilih ke AC, dan sesuaikan dengan pilihan yang ada pada probe.
  7. Pilihan Volt atau Div (Vertikal) bisa dipilih selector pada 1 Volt. Sementara untuk Time atau Div (Horizontal) bisa dipilih pada 0,5 Volt.
  8. Jangan lupa untuk menyesuaikan pilihan fokus, intensitas cahaya dan position agar tampilan sinyal terlihat lebih jelas.
  9. Jika tampilannya sudah sama seperti gambar berikut ini maka osiloskop sudah siap untuk digunakan.

Cara menggunakan osiloskop memang terlihat sangat sulit. Hal ini karena ada banyak sekali tombol kontrol yang perlu disetting. Namun jika Anda sudah terbiasa dan familiar maka penggunaannya akan menjadi sangat mudah, sama halnya dengan penggunaan alat ukur biasa.



Baca juga: Fungsi Osiloskop Dan Function Generator

Bagian-Bagian / Tombol Osiloskop yang Sering Digunakan

Pada dasarnya, osiloskop terdiri dari 2 bagian penting, yaitu panel display dan panel kontrol. Fungsi tombol yang ada pada osiloskop sebenarnya hampir sama, tetapi karena memiliki banyak model dengan produsen berbeda maka posisi tombol dan indikatornya juga berbeda-beda.

Seperti halnya dengan fungsi osiloskop, meskipun memiliki bentuk dan tombol yang berbeda, tetapi untuk fungsinya tetap sama. Berikut ini adalah fungsi tombol pada alat ukur osiloskop yang sering digunakan:

  1. Channel: Tombol ini terdiri dari 2 pilihan, yakni channel 1 dan channel 2
  2. Ground: Tombol ini memiliki fungsi untuk melihat posisi ground pada layar osiloskop
  3. AC/DC: Sama halnya pada multimeter, apabila selector ada pada posisi AC maka hanya akan melewatkan sinyal arus AC. Namun jika pada posisi DC maka sinyal arus DC terukur. Tombol ini memiliki fungsi untuk mengatur kapasitor kopling yang ada pada osiloskop.
  4. Position: Tombol ini berfungsi untuk mengatur posisi sumbu X
  5. Time/div: Berfungsi untuk mengatur jumlah nilai time/dive atau waktu yang dapat mewakili satu div pada layar
  6. Volt/div: Berfungsi untuk mengatur jumlah nilai volt/div atau tegangan yang dapat mewakili satu div pada layar
  7. CAL: Sebagai kalibrasi tegangan Vpp
  8. Trace Rotation: Tombol yang digunakan untuk mengatur kemiringan sumbu Y=0
  9. Intensity: Tombol yang digunakan untuk mengatur intensitas cahaya yang ada pada layar
  10. Focus: Untuk memperjelas atau mengatur fokus pada sinyal yang tampil pada layar

Baca juga: Pengertian High Pass Filter Dan Cara Kerjanya

Cara Kerja Osiloskop

Komponen utama yang dimiliki oleh alat ukur osiloskop adalah tabung sinar katoda (CRT). Tabung sinar katoda ini memiliki cara kerja sebagai berikut:

Elektron yang dipancarkan dari katoda akan menumbuk bidang gambar yang dilapisi dengan zat yang bersifat flourecent. Bidang gambar tersebut memiliki fungsi sebagai anoda. Aarah gerak elektron sangat dipengaruhi oleh medan listrik dan medan magnetik. Osiloskop sinar katoda memiliki medan listrik yang dapat mempengaruhi gerak elektron menuju anoda.

Pemasangan lempeng kapasitor secara vertikal biasanya mampu menghasilkan medan listrik, yang dimana bisa membuat terbentuknya garis lurus vertikal dinding gambar. Sementara itu, jika pada lempeng horizontal dilakukan pemasangan tegangan periodik, maka elektron yang pada awalnya bergerak secara vertikal maka akan mengalami perubahan gerak secara horizontal dengan laju tetap. Sehingga pada gambar nantinya akan muncul grafik sinusoidal.



Sebuah benda akan menjadi bergetar secara harmonik, getaran harmonik atau super posisi yang berfrekuensi dengan arah getar yang sama dapat menghasilkan satu getaran harmonik baru yang memiliki frekuensi sama seperti amplitudo. Untuk  fasenya tergantung dari amplitudo dan frekuensi dari masing-masing bagian getaran harmonik itu sendiri.

Hal tersebut disesuaikan dengan metode penambahan trigonometri atau secara sederhananya lagi menggunakan bilangan kompleks. Jika misalnya ada dua getaran harmonik (super posisi) yang berbeda, maka frekuensi akan mengalami getaran yang tidak periodik.



Leave a Comment